Oleh: Ahmad Wahyudi, Lc/ Mudarris Ma’had Imam Malik Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Sebagai manusia, kita sering kali terjebak dalam rutinitas hidup yang membuat kita hanya mengingat Allah saat kita dihimpit oleh berbagai masalah. Masalah-masalah itu bisa datang dari berbagai bidang, mulai dari keluarga, pekerjaan, atau hal lainnya. Dan seringkali, saat harta yang kita miliki terancam, itulah saat kita langsung berbalik dan memohon pertolongan pada-Nya. Kita cenderung melupakan-Nya saat segala sesuatunya baik-baik saja.
Ini mencerminkan akhlak kita yang kurang menghargai dan mengakui kehadiran-Nya. Kita hanya mengingat-Nya saat susah, lalu lupa saat senang. Terutama saat kita merasakan keberhasilan besar dalam hidup, seperti naik jabatan, kesuksesan dalam bisnis, atau dikenal luas oleh banyak orang. Kita cenderung lupa bahwa semua itu adalah anugerah dari-Nya. Bahkan lebih parah lagi jika kita merasa semua itu adalah hasil dari usaha kita semata.
Allah SWT mengingatkan kita dalam surat Ali Imron ayat 191 untuk menjadi orang-orang yang Ulul Albab, yaitu orang-orang yang memiliki akal, yang selalu mengingat-Nya dalam segala kondisi: “Mereka adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.”
Jika kita merenungkan ayat ini lebih dalam, kita akan menemukan hikmah yang mendalam di baliknya. Setiap posisi tubuh manusia, berdiri, duduk, dan berbaring, melambangkan perjalanan hidup yang terus berputar.
– Saat kita berdiri, saat meraih puncak kesuksesan dalam berbagai aspek kehidupan, kita harus ingat pada-Nya. Kita harus sadar bahwa kesuksesan itu adalah karunia-Nya semata. Jangan sampai kita terjebak dalam kesombongan yang tak beralasan. Ini adalah saat untuk mengingat-Nya.
– Saat kita duduk, saat hidup berjalan biasa-biasa saja, tanpa naik atau turun, kita juga harus tetap bersyukur pada-Nya. Kehidupan yang tenang ini adalah anugerah, dan kita harus menghargainya dengan selalu mengingat-Nya.
– Saat kita berbaring, saat menghadapi kesulitan dan penderitaan, kita harus tetap yakin pada-Nya. Kita harus meyakini bahwa di balik setiap ujian itu ada kebaikan yang telah Allah siapkan untuk kita. Ini adalah waktu untuk semakin dekat dengan-Nya melalui doa dan pengabdian.
Pentingnya mengingat Allah dalam segala kondisi tidak bisa diabaikan. Kehidupan ini penuh dengan liku-liku dan perubahan. Tanpa Allah sebagai sandaran, kita akan mudah terombang-ambing dalam badai kehidupan. Bahkan, ada yang sampai putus asa dan mengakhiri hidupnya karena tidak memiliki sandaran yang kokoh.
Inilah mengapa agama sangat berharga dalam hidup ini. Dan tidak ada yang bisa memberikan ketenangan jiwa selain mengingat Allah dengan tulus, dalam segala kondisi hidup.
Dengan menyadari kebesaran-Nya, kita akan menemukan ketenangan yang sesungguhnya, dalam suka maupun duka. Allah SWT yang Maha Mengetahui.